Jumat, 22 November 2013

Perjalanan Sarat Kenangan

Hidup adalah pilihan. Memutuskan kemana kaki ini akan melangkah, menikmati lukisan alam yang tersedia dengan panca indera yang kita punya. Perjalanan yang kita lakukan pada waktunya akan menemukan titik akhir, kembali pada awal di sebuah tempat yang kita sebut pulang. Namun, memori yang didapat sepanjang perjalanan tidak mengenal kata selesai.


Perjalanan kulakukan melebihi sekadar hobi. Aku tidak pernah bisa mendeskripsikan kepada setiap orang yang kutemui dan bertanya, mengapa aku memilih traveling sebagai gaya hidup. Aku ingin melakukan perjalanan sepanjang aku bisa melangkahkan kaki ini menikmati apa yang terpampang di depan mata. Pergi ke tempat yang belum pernah kukunjungi, bertemu dengan banyak orang baru, mencicipi makanan yang sama sekali asing untukku, melakukan apa yang selama ini hanya menjadi daftar diatas kertas. Aku melakukan perjalanan untuk diriku sendiri, yang tak pernah puas akan rasa ingin tahu. Aku cinta kebebasan, berjalan kemanapun aku mau tanpa harus dipagari oleh pembatas apapun. Begitu juga dengan musik, setiap orang bebas mendengar genre musik apa saja yang mengingatkannya akan suatu tempat dan kenangan yang membuatnya ingin kembali.

Langkah kaki berderap seiring dengan ritme alam yang dengan murah hati membagikan angin segarnya. Masih tergambar dengan jelas ketika setahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku menapakkan kaki ini ke surga dunia. Pulau Dewata yang membuat orang dari seluruh penjuru dunia datang kemudian enggan untuk kembali ke negara asalnya. Masih terekam dalam hati ini senyum bahagia warga asing yang berpapasan denganku selama satu minggu waktu yang kuhabiskan disana. Seketika aku meresapi lagu Selamanya Indonesia yang sedang kudendangkan. Ya, Twentyfirst Night berhasil meyakinkanku akan kebanggaanku menjadi warga negara Indonesia. Indonesia adalah rumah yang teramat indah bagiku. Deretan harta karun yang tersimpan di negeri ini membuat namanya melambung di dunia, memikat warga dunia untuk merasakan guratan Tuhan yang amat eksotis. Ya. Aku bangga.

i can't describe anything here :')

Bali yang bisa dicapai selama dua jam penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta ibarat nirwana untuk melakukan aktivitas apa saja. ingin berjalan santai, menelusuri Jalan Kuta di sore hari dapat menjadi pilihan. Mencelupkan kaki dalam segarnya Pantai Kuta juga tidak salah. Menikmati angin malam diiringi hingar bingar musik dari cafe atau tempat tongkrongan sekitar sangat mengasyikkan, apalagi jika ditemani pasangan.

favorite buat foto :)

Jika menyukai kehidupan alam yang alami, hijau, bisa berkunjung ke Monkey Forest. Taman margasatwa yang berlokasi di Padangtegal, Ubud ini sejauh ini sangat berkesan untukku. Pohon rimbun yang menyejukkan, bercengkerama dengan monyet-monyet yang berkeliaran dan sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Tempat ini membuatku jatuh cinta, sejenak lupa kalau aku adalah seorang perempuan biasa yang terbiasa dengan riuhnya ibukota. Disini seolah aku merasakan keasingan, melipir sejenak dari kebisingan dan polusi udara. Bersama dengan makhluk lucu berekor panjang dan sorot mata jenaka, aku meleburkan diri dengan alam. Menikmati miniatur luar biasa yang diciptakan Tuhan. Mencecap segarnya air dingin di sungai kecil yang dikelilingi bebatuan (jika bersedia berjalan kedalam hutan. Sangat direkomendasikan karena walaupun siang hari udaranya tetap sejuk).

sambutan yg lucu banget

i love this place!
airnya adem :0
 Go explore, leave your comfort zone. Tak ada ruginya menyisihkan waktu sejenak untuk menapakkan kaki dalam indahnya dunia. Diiringi lagu favorit berpadu dengan pertunjukkan alam yang menenteramkan hati. Ayo jelajahi dunia yang menunggu untuk bertemu denganmu J




bersama travel partner yg setia 
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Blog Competition #PulangNegri Valadoo

2 komentar:

  1. Next time kalo ke Bali lagi kabarin ya....sapa tau bisa kulineran bareng :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. take me to hidden foodie gems ya kak debi hihiiy ;)

      Hapus