Kamis, 22 Oktober 2015

Mewujudkan Pernikahan Impian Untuk Masa Depan Yang Cerah

Sejak masih berseragam putih biru, saya memiliki suatu impian yang bagi orang lain tidak masuk akal. Saya ingin memiliki seorang kekasih yang terpaut 5-10 tahun lebih tua dari saya. Bayangkan bagaimana hal itu terdengar tidak rasional karena saat itu saya berada dalam fase dimana anak SMP harusnya masih bermain-main dan belum memikirkan masa depan yang masih entah kapan terjadi. Tetapi itulah realitanya karena impian itu berikutnya menjadi syarat mutlak saya dalam mencari seorang kekasih, bagaimana sosoknya, fisik, siapa keluarganya yang paling utama dia harus jauh lebih tua dari saya.

Bisa dibilang saya memiliki alasan khusus mengapa saya menjadi sedemikian idealis. Saya berasal dari latar belakang orangtua yang kurang harmoni sejak saya lahir, sehingga saya membutuhkan sosok lain diluar orangtua yang dewasa dan dapat mebimbing saya ke segala hal yang baik. Saya juga memiliki keyakinan, laki-laki yang jauh lebih tua akan menciptakan hubungan yang menyenangkan dan lebih kuat mempertahankan komitmen dibandingkan lelaki sepantaran atau bahkan lebih muda. Alasan yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan, laki-laki yang berusia jauh dari wanita memiliki kondisi finansial yang sudah matang.

Hal itu tak sepenuhnya salah karena saat ini saya menjalin hubungan dengan lelaki yang terpaut 7 tahun lebih tua dari saya. Dan keyakinan yang saya pendam dari zaman sekolah terbukti; hubungan berjalan sangat menyenangkan, ia lebih menghargai komitmen dalam hubungan, dan kekasih saya memiliki kalender masa depan. Memang, dari awal memutuskan untuk menjalin hubungan pernikahan sudah menjadi perbincangan. Kini, kami sedang merancang bagaimana menciptakan sebuah pernikahan yang selalu dapat dikenang namun tidak menyulitkan kehidupan ekonomi kedepannya. Hal-hal berikut ini dapat menjadi pertimbangan untuk menghelat pernikahan yang diidam-idamkan.

·         1. Menyiapkan dana pernikahan
Terlepas dari pernikahan yang ingin diadakan nantinya; mewah maupun sederhana; mempersiapkan anggaran pernikahan dari jauh hari merupakan hal utama yang harus dilakukan. Dilansir dari pengalaman teman dan saudara yang sudah lebih dulu melangkah ke jenjang pernikahan, dana mencakup 2 aspek: dana utama (sewa gedung resepsi, seragam pengantin bergantung budaya mempelai, makanan, dan segala keperluan vital lain) serta dana darurat. Memang sebagai pasangan yang akan berbahagia kita menghindari terjadi hal-hal diluar dugaan. Namun menganggarkan dana tak terduga tidak sepenuhnya salah. Karena saat ini saya belum mendapat pekerjaan pasti (masih terhitung freelance), saya dan kekasih mengurangi sementara intensitas traveling kami. Ya, kami pasangan petualang. Jika ingin jalan-jalan berdua selalu terlontar: “tunda dulu ya travelingnya. Uangnya ditimbun aja untuk menikah dan bulan madu impian”. Berasa gimana hati ini, mencapai impian memang membutuhkan pernikahan bukan?

·         2. Menyiapkan konsep pernikahan yang diinginkan
Karena kami adalah pasangan yang menyukai perjalanan dan petualangan, kami menginginkan konsep yang tak biasa. Bahkan saya menginginkan undangan pernikahan berbentuk boarding pass dan mengimpikan kue pengantin dengan dekorasi pasangan sedang membawa tas ransel.

Konsep merupakan hal yang penting karena tentu pasangan menginginkan pernikahan yang tak terlupakan. Untuk menekan anggaran, manfaatkan kerabat dekat dan teman-teman untuk membantu. Misal: kerahkan teman-teman seperjuangan masa sekolah untuk menjadi ‘wedding organizer’, sahabat yang jago fotografi untuk sesi dokumentasi, saudara yang pintar desain untuk dekorasi pelaminan (useful untuk yang ingin konsep outdoor seperti aku). Biaya yang nantinya berlebih bisa dialokasikan untuk keperluan yang lain.

·         3. Menghindari Hutang
Prinsip ini merupakan isu yang sensitif. Saya dan kekasih sudah memiliki komitmen awal untuk tidak menimbun hutang demi menginginkan pernikahan idaman yang sempurna. Karena adanya hutang biasanya menjadi sandungan kecil, bahkan menjadi besar dalam permasalahan rumah tangga di masa yang akan datang.

Bersikap bijak juga tak kalah penting dalam menggunakan kartu kredit, atau jika ingin mencicil sesuatu yang tidak memungkinkan menggunakan dana cash. Cerdas dalam menahan diri dan memanage keuangan untuk perjalanan masa depan akan menciptakan pernikahan impian yang sesungguhnya.
·      
4. Urgensi Investasi
Untuk pasangan muda yang baru akan melangkah kepada jenjang berikutnya, mungkin belum terpikirkan apa urgensinya investasi? Investasi bukan hanya berbentuk benda seperti emas atau rumah tinggal permanen, namun bisa berupa deposito untuk simpanan jika sudah memiliki anak dan simpanan lainnya. 

Untuk rujukan investasi, Sunlife Financial Indonesia dapat menjadi pilihan untuk menetapkan bentuk investasi seperti apa yang kita butuhkan untuk masa akan datang. Dalam kiprahnya sebagai perusahaan asuransi terkemuka, Sunlife Financial Indonesia menyediakan beragam kebutuhan seperti: Proteksi, Simpanan dan Investasi, Riders, Bancassurance dan Syariah. Produk layanan ini menyediakan investasi asuransi jiwa, kebutuhan pendidikan anak di masa depan, bahkan kebutuhan menabung untuk pergi naik haji dalam produk asuransi Sunlife yang berprinsip Syariah. Sekarang ini saya dan kekasih sudah banyak membicarakan ketertarikan kami menggunakan asurasi Sunlife yang menyediakan beragam produk menjanjikan, selain tunjangan yang didapatkan kekasih saya dari kantor tentu akan melegakan jika ada asuransi tambahan untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.

P.S Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blogger Sun Anugerah Caraka (SAC) 2015 "Wujudkan Masa Depan Cerah Dengan Perencanaan Keuangan Yang Lebih Baik"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar