Senin, 10 Agustus 2015

Menjadi #LebihBaik Setelah Lebaran

Usai sudah ibadah puasa yang telah dijalankan selama satu bulan lamanya. Ketika takbir berkumandang di penghujung bulan Ramadhan, kala itulah umat muslim di Indonesia bahkan seluruh dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri atau kerap disebut lebaran. Di hari lebaran ini seluruh manusia dilahirkan kembali layaknya bayi yang masih suci.

Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar, Indonesia banyak menelurkan tradisi yang erat kaitannya dengan aktivitas yang dilakukan bersama-sama. Tampaknya tak berlebihan jika Indonesia kerap dicap sebagai bangsa yang senang berkumpul, sangat sesuai dengan istilah "makan gak makan yang penting kumpul". Salah satunya halal bihalal.

Bagaimana sebenarnya awal mula terciptanya halal bihalal? Konon, tradisi halal bihalal dipelopori oleh KGPAA Mangkunegara I atau lebih dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Dengan tujuan efisiensi waktu dan biaya; setelah selesai melaksanakan shalat Iedul Fitri, Pangeran mengumpulkan para punggawa dan prajuritnya di balai istana untuk kemudian melakukan sungkeman kepada raja dan permaisuri. Kegiatan Pangeran ini kemudian ditiru oleh banyak organisasi Islam dan pemerintah dengan istilah halal bihalal yang kedepannya tak hanya umat Islam saja namun mencakup berbagai kalangan agama. Walaupun dikenal di negara yang penduduknya beragama Islam namun ada perbedaan mencolok antara halal bihalal di Indonesia dengan negara Timur Tengah. Ternyata di Timur Tengah, setelah shalat Ied tak ada tradisi bermaafan massal seperti yang lumrah dilakukan di Indonesia.

Selain itu, tradisi halal bihalal kala lebaran merupakan percampuran budaya Jawa dengan Islam. Umat Islam di daerah Jawa (yang umumnya masih sangat kuat tradisinya) melakukan sungkeman kepada orang tua (yang lebih utama adalah orang yang dituakan dalam keluarga) yang bertujuan lambang hormat dan permohonan maaf atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Penulis merayakan hari raya lebaran memang sudah tidak terlalu konvensional mengingat penulis dan keluarga besar bukan berasal dari suku Jawa, dengan kata lain tradisi tetap dijunjung tinggi namun tidak sebesar era dulu. Pasca melaksanakan shalat ied, meminta maaf kepada orang tua dan kerabat dekat dilakukan dengan cara modern. Kemudian halal bihalal ke rumah saudara-saudara yang selama ini jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Sungkem tidak lagi ada karena dalam keluarga kerabat sesepuh (yang dituakan) telah banyak berpulang. Yang masih bertahan hingga kini yaitu mencicipi kue manis ketika berkunjung ke rumah kerabat, nyekar ke makam kerabat dan berbagi angpau (THR) J


Daging Pedas buatan tante dan mama gak akan ditolak. Enak!!

Selain silaturahmi, hunting kue enak dirumah kerabat yang dikunjungi wajib hukumnya :9

There is always space in my tummy for sweet stuff.

Terlepas dari makanan enak yang gak pernah luput di hari raya lebaran, yang paling utama adalah makna lebaran itu sendiri. Lebaran selain merupakan momen suci bagi umat Islam, juga merupakan momen dimana kita menyampaikan maaf kita untuk kesalahan yang luput dari kesadaran kita selama ini.

Yang perlu digarisbawahi adalah, sebagai manusia yang lahir untuk bersosialisasi dengan sesamanya tentu tak pernah lepas dari kesalahan. Kemungkinan kita menyakiti hati seseorang dapat muncul kapan saja tak hanya kala bulan Ramadhan. Namun karena tradisi halal bihalal, berkumpul bersama sudah melekar dengan lebaran tak sedikit orang yang menunggu meminta maaf hingga hari raya lebaran tiba. Seperti ungkapan terkenal, “memaafkan urusannya waktu lebaran” sehingga “mohon maaf lahir dan batin” lebih seperti kewajiban saat lebaran. Padahal hidup kita akan menjadi #lebihbaik dan tenang saat hati kita terbebas dari kebencian dengan meminta maaf dan dimaafkan oleh orang lain. Seperti hadits berikut ini.

"Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. al-Bukhari nomor 6.169)


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mari jadikan hidup kita #lebihbaik dengan saling memaafkan

P.S Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Competition Lebaran #LEBIHBAIK Sunlife.

Kamis, 02 Juli 2015

Menghindari Dehidrasi Saat Berpuasa

Manfaat Air Dalam Kehidupan
Air merupakan unsur vital dalam kehidupan karena 60% cairan yang ada dalam tubuh manusia terdiri dari air. Sebagai komponen penting, air memiliki fungsi beragam pada tubuh manusia diantaranya:[1] 1. Menghilangkan rasa haus; 2. Melindungi keseimbangan cairan dalam tubuh; 3. Meningkatkan energi; 4. Membantu pengeluaran racun dan bakteri yang merugikan tubuh; 5. Menjaga fungsi ginjal; 6. Meningkatkan fungsi otak, 7. Mengobati penyakit yang berbahaya serta banyak fungsi penting lainnya. Bahkan air putih dapat mengontrol jumlah kalori dalam tubuh sehingga menurunkan berat badan yang berlebih.
Walaupun air putih bermanfaat bagi kesehatan tubuh, kenyataannya manusia hanya mengonsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan; bahkan cenderung kurang dari yang semestinya. Hal itu kian signifikan disaat bulan Ramadhan, dimana kita harus menahan lapar dan haus selama satu hari penuh sehingga rentan akan timbulnya dehidrasi dan efek samping lainnya. Saat waktunya berbuka puasa, mayoritas orang lebih memilih minuman yang memiliki rasa dibandingkan air putih. Padahal amat penting minum air putih untuk mengembalikan cairan yang hilang kala berpuasa.
Diluar bulan Ramadhan, ketika sedang menjalani aktivitas normal mayoritas orang Indonesia malas mengonsumsi air putih. Hal ini dibuktikan dengan survei tahun 2010 oleh The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) terhadap 1.200 sampel;[2] yang menunjukkan bahwa 41,6% atau setengah dari sampel yang diteliti mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi ringan. Ironisnya, kondisi tersebut lebih banyak dialami oleh remaja (49,5%) dibandingkan orang dewasa (42,5%) yang notabene remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi karena sedang dalam masa pertumbuhan.
Padahal asupan air yang tidak cukup dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan tubuh. Dalam jangka pendek dapat menyebabkan seseorang yang mengalami dehidrasi menjadi gampang lelah dan kesulitan berpikir, jika sudah parah dapat mengakibatkan penyakit serius seperti ginjal yang tak berfungsi dengan baik dan tekanan darah melampaui batas. Bahkan jika tingkat dehidrasi tinggi seseorang dapat mengalami kehilangan dahaga, dengan kata lain tidak merasa haus sedikitpun. Tentunya dehidrasi tidak boleh dianggap remeh.
Menanggapi fenomena tersebut; Danone AQUA sebagai pelopor air minum kemasan di Indonesia menunjukkan komitmennya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dengan menggalakkan kampanye #AdaAQUA yang selain bertujuan untuk mempromosikan merek Aqua sebagai minuman sehat, juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menyadari pentingnya mengonsumsi air putih dalam kehidupan sehari-hari.

Sehat Berpuasa Dengan Kampanye Aqua 2+4+2
     Memasuki bulan Ramadhan, Aqua meluncurkan sebuah gerakan yaitu pola 2+4+2 yaitu penyuluhan terhadap masyarakat agar mencukupi asupan air 8 gelas sehari dalam berpuasa. Pola ini berangkat dari fakta mengejutkan bahwa masyarakat Indonesia terutama generasi muda rentan terhadap dehidrasi ringan kronis, serta kurang menyadari seperti apa gejala yang dialami ketika terkena dehidrasi dan dampak apa yang akan timbul. Dehidrasi dianggap sebagai masalah yang cenderung diabaikan di Indonesia, orang yang sudah tenggelam dalam kesibukan enggan untuk minum air putih.
          Pola kampanye minum air putih yang dipelopori oleh Aqua yaitu sebagai berikut.
  • Ketika berbuka puasa diawali dengan minum 1 gelas air putih, setelah makan hidangan yang tersaji minum 1 gelas air putih kembali.
  • Di malam hari, dianjurkan minum 4 gelas air putih hingga menjelang waktu tidur. Rinciannya yaitu 1 gelas air putih sebelum menyantap makan malam, 2 gelas air putih setelah selesai makan kemudian 1 gelas sebelum tidur.
  • Waktu santap sahur, minum 2 gelas air putih.
   Ketika menjalani ibadah puasa, konsumsi air putih hanya bisa dilakukan ketika waktu berbuka telah tiba. Tentunya pola diatas bagus untuk diterapkan supaya dehidrasi ringan dapat dicegah. Selain itu juga menghindari bibir yang kering karena kurangnya air minum.
   Kiat lain supaya sehat dan bugar kala berpuasa yaitu meminimalisir konsumsi teh, kopi serta minuman lain yang memiliki rasa. Hal ini disebabkan karena kopi dan minuman manis menyebabkan timbulnya rasa haus yang lebih cepat dibandingkan jika kita mengonsumsi air putih. Selain itu konsumsi makanan berbuka yang sehat seperti buah-buahan dan makanan berkuah untuk hidangan berat, tentunya dengan pola minum air putih Aqua. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, rasa haus yang dibiarkan hilang dengan sendirinya dapat mengakibatkan dehidrasi berkelanjutan yang jika dibiarkan dapat menyebabkan ibadah puasa kita kurang optimal.





[1] Artikel “15 Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh Manusia” diakses dari http://manfaat.co.id/manfaat-air-putih
[2] Artikel “Mayoritas Remaja Alami Dehidrasi Ringan” diakses melalui http://health.kompas.com/read/2014/05/24/0856085/Mayoritas.Remaja.Alami.Dehidrasi.Ringan

Selasa, 23 September 2014

Mengenalkan Pendidikan Finansial Pada Anak

                                        

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, seorang anak adalah cerminan dari orang tua nya. Anak cenderung cepat meniru hal-hal yang ada di sekitarnya, termasuk apa yang diajarkan oleh orang tua. Dari kecil anak akan tumbuh menjadi remaja sesuai dengan pola asuh yang diterapkan orang tua nya.

Pola finansial tidak terkecuali. Mengacu pada pengalaman pribadi penulis dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar, orang tua yang terbiasa membelanjakan uang secara berlebihan maka akan menghasilkan anak dengan sifat serupa. Karena mengamati perilaku orang tua yang kerap menghamburkan uang, anak merasa itu adalah hal yang lazim dilakukan dan jika dibiarkan akan terbawa hingga dewasa. Tentu hal ini tidak dibenarkan. Sangat penting bagi orang tua mengajarkan kepada anak sejak kecil bagaimana memperlakukan uang dengan benar.

Mengapa edukasi finansial pada anak sejak kecil diperlukan? Ada beberapa manfaat yang juga akan dirasakan ketika anak telah tumbuh dewasa.

  1. Mengajarkan anak untuk menghargai uang. Mengamati era yang makin berkembang dewasa ini, penulis kerap melihat betapa mudahnya seorang anak meminta sesuatu kepada orang tua tanpa memikirkan apa yang akan didapatnya jika telah memiliki barang tersebut. Anak pada masa sekarang tidak sulit untuk meminta benda elektronik dan barang lain yang sebenarnya belum sesuai dengan usia mereka. Inilah mengapa menerapkan pendidikan tentang keuangan penting diajarkan pada anak sejak dini agar anak mengerti bahwa mencari uang bukan suatu hal yang mudah.
  2. Memberikan paham yang baik kepada anak mengenai makna materi. Tidak hanya pendidikan akademik dan agama, edukasi mengenai finansial juga penting untuk diketahui oleh anak sejak kecil agar anak belajar untuk berhemat dan perlahan mengelola keuangan; dimulai dari uang saku yang ia terima sehari-hari.
  3. Menanamkan tanggung jawab dan bijaksana menggunakan uang. Ini adalah poin penting yang akan dirasakan anak jika ia sudah dapat mencari uang sendiri di masa mendatang. Karena anak sudah terbiasa mendapat pedoman dari dini bagaimana mengatur uang yang dimiliki maka di masa depan anak akan berpikir dan paham jika ingin membeli suatu benda tertentu. Bahwa mendapatkan sesuatu yang diinginkan membutuhkan proses, uang tidak didapat secara instan.

Bagaimana langkah untuk mengajarkan kepada anak mengenai finansial yang baik? Berikut yang dapat diterapkan dengan anak agar mengerti uang sejak dini.

  1. Menabung. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, orang tua telah mengajarkan penulis menabung sejak berusia empat tahun. Kala itu mama memberikan celengan dengan bentuk lucu agar penulis dapat menyisihkan sisa uang jajan harian, yang nantinya uang itu dapat digunakan anak untuk membeli sesuatu yang ia inginkan. Hingga berusia 22 tahun sekarang ini, cara konvensional ini masih penulis terapkan karena ampuh untuk menyimpan dana.
  2. Menggolongkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Jika anak merengek karena menginginkan sesuatu cobalah untuk menjelaskan perlahan kepada anak mengapa ingin barang tersebut, apa kegunaannya dan jelaskan mengenai manfaat jika membeli dan tidak membeli barang itu.
  3. Buku tabungan. Ketika masih sekolah dasar dulu, penulis mempunyai buku tabungan saku yang ditabungkan per hari kepada guru di kelas. Ini adalah cara yang efektif untuk mengajarkan anak menghemat dan mengelola keuangan.
  4. Membuat asuransi pendidikan untuk anak. Asuransi ini merupakan wujud investasi orang tua untuk anak. Ketika nanti anak sudah dewasa orang tua dapat menjelaskan manfaat asuransi tersebut, juga pilihan sekolah dan universitas yang dikehendaki oleh si anak. Salah satu nya yaitu PT Sun Life Financial Indonesia yang dengan produk nya yang inovatif telah berkiprah sejak 1995 terhadap keluarga di Indonesia.
  5. Memberikan contoh yang baik. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, anak meniru apa yang diperbuat oleh orang tua. Biasakan untuk hati-hati dalam berbelanja, karena era sudah digital maka jelaskan kepada anak mengenai atm dan kartu kredit jika waktunya sudah memungkinkan. Hal ini untuk menghindari stigma negatif anak mengenai uang.


Berdasarkan apa yang dijelaskan diatas, dapat dibayangkan betapa pentingnya mendidik anak untuk mengelola keuangan dan mengerti tentang finansial. Selain mengajarkan anak untuk konsisten dan bijak dalam menggunakan uang, hal ini juga bermanfaat untuk masa depan anak yang menjanjikan.

P.S. Tulisan ini ditulis untuk diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blog Sun Anugerah Caraka 2014 "Melek Finansial"

Jumat, 29 Agustus 2014

Air dan Lingkungan





Sesuatu yang melekat..
Sesuatu yang dirindukan..
Sesuatu yang kerap sulit dijangkau..

Sesuatu itu adalah air. Makhluk hidup cenderung memilih lapar dibandingkan haus. Manusia dapat hidup beberapa hari tanpa makanan namun tidak bisa jika tanpa air. Sudah merupakan fakta mutlak bahwa zat yang terdapat dalam tubuh manusia, 73% terdiri dari air.[1] Tanpa air, roda kehidupan di dunia ini dapat mengalami ketimpangan.

Indonesia memiliki 6% dari ketersediaan air di dunia, dengan kata lain 21% air yang ada di kawasan Asia Pasifik berada di Indonesia. Betapa beruntung bagi kita tinggal di negara yang amat kaya akan air. Kita tidak dapat mengelak bahwa Indonesia didominasi oleh perairan. Namun dengan kondisi demikian apakah berarti seluruh masyarakat Indonesia telah tercukupi kebutuhannya akan air?

Jawabannya adalah tidak. Setiap tahunnya populasi penduduk di Indonesia mengalami peningkatan, yang mengindikasikan kebutuhan akan air sebagai elemen vital dalam kehidupan sehari-hari juga melonjak signifikan. Hak atas air dan kebutuhan sanitasi bersih yang terkandung dalam Resolusi PBB 29 Juli 2010; yang mendapat dukungan penuh dari Indonesia nyatanya belum terpenuhi oleh negara. Akses warga negara terhadap air bersih menjadi momok menakutkan di tanah yang kaya akan sumber daya alam ini.

Menurut data yang dirilis oleh Bank Dunia pada tahun 2008 menunjukkan 900 juta orang di dunia tidak memiliki akses untuk memperoleh air bersih dan 2,6 miliar jiwa kesulitan menjangkau akses sanitasi yang layak. Di Indonesia sendiri, kepemilikan akses air bersih dan kebutuhan sanitasi baru dirasakan oleh 50% penduduk. Situasi diperparah dengan keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum yang kurang layak untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.[2]

Fenomena krisis air bersih, ketersediaan air yang semakin menurun ditengah pertumbuhan penduduk yang meningkat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang tidak bisa diabaikan yaitu faktor manusia. Perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya; eksploitasi sumber daya alam oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan dengan melebihi kapasitas yang seharusnya, sejatinya turut berkontribusi dalam merusak lingkungan dan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup sebagai tempat tinggal yang layak.

Kesadaran manusia dalam menghargai alam yang masih rendah mengakibatkan langkanya air bersih. Aktivitas banyak sekali dilakukan di sungai karena minimnya sarana sanitasi. Mencuci, kebutuhan akan hajat bahkan membuang sampah sisa rumah tangga dilakukan di sungai. Kondisi sungai di Indonesia kian buruk dengan aktivitas pabrik tidak bertanggung jawab yang mengalirkan limbah ke sungai tanpa penyaringan sehingga pencemaran semakin parah. Sungai yang tercemar tidak layak untuk dikonsumsi airnya dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat lain, saluran sungai yang tersumbat sampah menyebabkan banjir kala intensitas hujan sedang tidak menentu.

Defisit air bersih yang banyak dialami di wilayah Indonesia; terutama paling dirasakan dampaknya di daerah terpencil yang masih tak terjamah pemerintah pusat, melahirkan fakta pahit. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menetapkan Indonesia sebagai negara penyumbang angka diare terbesar kedua di dunia. Diare yang sebenarnya dapat dicegah di Indonesia justru menjadi penyebab utama kematian anak berusia di bawah lima tahun. Hal itu disebabkan kebutuhan masyarakat yang mendesak akan air bersih sehingga rela menjadikan air yang tidak layak dikonsumsi sebagai kebutuhan sehari-hari bahkan sebagai air minum.

Terkait pembahasan diatas, dimana akses air bersih belum menjadi prioritas negara tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami krisis air bersih yang tak terhindarkan pada tahun 2025 mendatang.

Sebagai langkah preventif dalam menanggulangi krisis air bersih yang marak di wilayah Indonesia, tentu pemerintah harus menerapkan sejumlah solusi untuk menghadapi krisis air bersih yang tentunya berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup masyarakat utamanya yang menetap di kawasan terpencil. Pertama, Penegakan hukum terkait perlindungan akses air bersih yang selama ini belum maksimal. Hal ini dipandang sebagai langkah penting karena kerap terjadi kasus privatisasi air yang dikepalai oleh sejumlah pihak sehingga hak untuk khalayak umum berkurang.

Kedua, meningkatkan manajemen pengelolaan air. Tak dapat dipungkiri Indonesia adalah negara agraris dimana sebagian besar warga berprofesi sebagai petani. Namun petani belum menjadi fokus utama disini, negara lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan pangan dari luar negeri sehingga kualitas lokal terabaikan. Jika pembangunan infrastruktur penyediaan air disertai dengan pengelolaan yang optimal digalakkan tentu dapat meningkatkan penghasilan para petani dan kualitas bahan pangan meningkat.

Ketiga, revisi Undang-Undang lingkungan hidup. Penulis menganggap hal ini sebagai hal utama yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah karena banyak pihak dapat merusak lingkungan, mengeruk kekayaan sumber daya alam, menebang hutan namun tidak diimbangi dengan hukuman yang setimpal sehingga perusakan lingkungan atas nama pembangunan berkelanjutan menjadi hal yang diperbolehkan. Padahal kerusakan lingkungan menjadi faktor yang mengakibatkan kemampuan alam menurun untuk memenuhi kualitas hidup manusia yang lebih baik.

Berangkat dari solusi yang menjadi tanggung jawab utama negara dalam memenuhi hak asasi warga negara; mencakup hak memperoleh akses air bersih dan sanitasi yang memadai tentu dibutuhkan langkah serupa dari kita sebagai makhluk hidup yang membutuhkan air dalam kehidupan.

Langkah dapat dimulai dari hal yang sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya tanpa harus menunggu teguran atau terkena denda. Menghemat air, kurangi penggunaan air yang tidak dibutuhkan seperti membiarkan air terus mengalir ketika sedang mencuci perabotan rumah tangga. Mengurangi konsumsi botol air kemasan dapat menjadi langkah kecil membantu pemerintah untuk meminimalisir volume limbah rumah tangga yang meningkat setiap harinya.

Jika langkah tersebut dilakukan secara perlahan namun rutin; diikuti dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya air dan perilaku kebersihan sebagai hal kongkrit memperlakukan alam dengan semestinya, maka Indonesia yang bersih dan sehat dapat terwujud.





[1] Dirilis oleh artikel ‘Fungsi dan Peran Air Bagi Kehidupan Manusia’ yang diakses melalui www.artikellingkunganhidup.com pada 7 Agustus 2014.

Sabtu, 19 Juli 2014

Menyalurkan Hobi Traveling Melalui Access Trade





Dewasa ini traveling udah bukan hal baru lagi. Yang semula hanya aktivitas untuk melepas penat dari rutinitas, sekarang menjelma menjadi gaya hidup. Mengunjungi tempat baru, mencoba makanan baru, mendapat teman baru ketika di perjalanan adalah segelintir hal menyenangkan yang bisa kita dapat dari traveling. Apalagi teknologi telah berkembang dengan pesatnya, dimana memesan tiket transportasi dan mencari hotel yang nyaman dapat diakses dengan mudah melalui internet.

Ketika perjalanan itu sudah selesai, mayoritas orang seolah memiliki titel baru yang mengikuti namanya. Entah itu backpacker, traveler, atau julukan lain yang mengindikasikan akan hobinya jalan-jalan. Gaya traveling pun juga terbagi dalam beragam golongan: traveling gaya sederhana berarti memanggul tas ransel dan menginap di penginapan murah, traveling luxury adalah orang yang berlibur menggeret koper dan menghabiskan malam di hotel yang memiliki fasilitas bintang lima. Benarkah begitu?

Menurutku itu semua tidak mempengaruhi dinamika dunia pariwisata saat ini. Karena mulai lagi bermunculan profesi baru, baik yang masih amatir maupun sudah berkecimpung cukup lama. Berawal dari hobi kemudian berubah menjadi pekerjaan yang cukup digemari: blogger. Apa sih blogger itu? Sehabis traveling orang menceritakan apa yang dialaminya dalam perjalanan di platform blog gratis atau berbayar, kemudian tulisan tersebut dibagikan ke media sosial agar orang lain terinspirasi untuk melakukan perjalanan yang sama.

Namun tampaknya menulis blog ini masih belum banyak yang mendalami. Kebanyakan karena belum pede menulis, keraguan tulisannya jelek, ketakutan nanti tulisannya akan diejek orang lain yang membaca, belum siap menerima kritik dan lain-lainnya yang akhirnya menghambat keberanian kita untuk menuangkan ide yang sejatinya dapat menginspirasi orang lain. Padahal menulis blog itu banyak keuntungannya, apalagi yang mengkhususkan diri menulis artikel di bidang traveling dan kuliner.

Pertama, mengasah kemampuan menulis. Awalnya gak mungkin tulisan kita langsung bagus dan banyak orang yang suka. Semua butuh proses yang gak bisa diraih dalam waktu instan. Dengan latihan yang rajin, memilah pilihan kata dan memberanikan diri ikut lomba blog yang mulai banyak bertebaran gak menutup kemungkinan tulisan di blog kita dilirik badan pariwisata terus kita diundang jalan-jalan gratis ke negaranya untuk mempromosikan destinasi wisata disana. Sekali mendayung, dua tiga pulau bisa direngkuh. Blog kita pun semakin banyak dikenali dan dibaca orang deh.

Kedua, melatih kepercayaan diri. Kalau kita sudah terlanjur berkecimpung di dunia blog, itu semua bikin ketagihan. Bener deh. Nantinya kita jadi keranjingan deh ikutan lomba blog, lomba menulis artikel dan lomba lainnya di dunia penulisan yang tentunya juga bisa memupuk diri kita yang tadinya gak berani sama sekali untuk memajang tulisan di dunia maya. Jangan pikirin bakal menang atau enggak di awal, yang penting keberanian kita untuk menjual bakat kita dan keluar dari zona nyaman.

Ketiga, menghasilkan uang. Ya kalian gak salah baca. Jangan pernah meremehkan orang yang menyebut dirinya berprofesi sebagai blogger lhoh. Karena memang gak menutup kemungkinan blog kita ternyata menarik suatu brand atau merk tertentu untuk memasang promosi iklannya di blog kita terus kita bisa dapat komisi dari sana. Atau ada yang punya hobi mereview? Jangan rendah diri. Siapa tau cerita kita tentang ulasan rumah makan yang habis kita kunjungi dilihat pihak tertentu yang kemudian bisa mengundang kita untuk makan gratis. Apalagi setelah makan gratis dan review makanannya di blog kita dibayar. Sambil menyelam minum air :)

Masih belum percaya diri berprofesi jadi blogger karena tulisannya belum expert? Coba deh mendaftarkan diri ke website Access Trade. Apa sih Access Trade itu? Access Trade merupakan suatu platform periklanan afiliasi online yang bernaung dibawah PT Interspace Indonesia. Memang masih baru dibandingkan dengan Jepang dimana disana Access Trade sudah beroperasi sejak 1999.

Bagi pemilik blog dengan domain berbayar, ini bisa menjadi peluang bagus untuk menambah penghasilan dengan blogging. Pemilik blog dengan domain yang berbayar biasanya lebih berani untuk mengadakan kerjasama dengan suatu produk tertentu yang pemiliknya ingin produknya dipasarkan didalam blog si penulis. Biasanya kita sebagai pemilik blog mendaftarkan diri sebagai publisher yang akan membuat kesepakatan dengan advertiser, si pemilik produk. Nah jadi ketika ada orang yang membeli produk tersebut dengan masuk ke banner iklan yang ada di blog kita, maka kita akan mendapat reward dari pemilik produk itu. Tentunya bergantung pada kesepakatan yang kita buat dengan si advertiser mengenai besaran reward yang kita bisa dapatkan.

Walaupun masih terhitung baru gak sedikit perusahaan yang menawarkan bisnis online ini kepada pengguna aktif media sosial, terutama blogger. Kenapa blogger? Karena blogger itu cerewet dan panjang lebar dalam menjelaskan sesuatu, termasuk pengalaman traveling. Blogger bisa dibilang latah juga. Kenapa latah? Orang traveling ke Bali terus cerita cafe A bagus banget, si blogger akan tergoda untuk berkunjung kesana. Bedanya, kalau kebanyakan orang keluar dari cafe cuma posting foto di akun twitter atau instagram, si blogger akan mengulas cafe itu di blog nya yang akan membuat kafe tersebut menyebar luas dan banyak pengunjung berdatangan untuk menikmati makanan dan suasana di kafe.

Penjelasan diatas menyebabkan gak sedikit perusahaan yang bergerak di bidang travel yang menggandeng blogger untuk menjadi agen marketing mereka. Malaysia menjadi negara yang kerap mengundang blogger untuk datang ke negaranya, untuk kemudian menugaskan si blogger untuk mempublikasikan wisata di negara mereka, kuliner yang wajib disambangi dan hal menarik yang ada di Malaysia. Apa yang dilakukan oleh Malaysia merupakan langkah yang bagus untuk mempromosikan pariwisata negaranya agar lebih menarik banyak turis asing dari berbagai penjuru dunia.

Jadi kalau kita udah sering nulis di blog gak ada salahnya mendaftarkan blog kita melalui Access Trade sebagai publisher lalu mencoba menjalin hubungan dengan travel agent atau situs kuliner yang ingin diiklankan dan dikenal banyak orang. Siapa tahu keberuntungan datang menghampiri. Apalagi yang hobi traveling tetapi masih mengalami keterbatasan dalam pos dana. Karena kita gak pernah tahu kesempatan datang dari mana, melalui siapa dan dimana. Kalau Access Trade bisa mengantar kita jalan-jalan gratis ke penjuru Indonesia atau bahkan luar negeri; dan menuntun kita mencoba kuliner lezat yang mungkin selama ini cuma bisa dipandangi melalui media cetak, why not?

Jumat, 04 Juli 2014

Berbuka Puasa Yang Menyehatkan



Ngablogburit 2014


Angin bertiup semilir menerpa wajah. Walaupun tenggorokan kering rasanya, aku tidak berhenti berjalan. Puasa bukan penghalang untuk berhenti beraktivitas bukan? Daripada di rumah saja, pikirku disaat mama menyuruhku membeli sejumlah makanan untuk berbuka puasa.

Hingga setelah 5 menit berjalan kaki, aku tiba di tempat tujuan. Aku terlongo sejenak karena kumpulan stand penjaja makanan di sekelilingku. Aku bingung memilih. Setelah 15 menit berpikir akhirnya aku memutuskan untuk membeli makanan pembuka yang gurih dan manis sekaligus.

"Supaya seimbang. Mau lagi bulan ramadhan atau hari biasa, jangan dibiasakan makan yang manis terlalu banyak karena gak baik buat badan. Nanti kena diabetes karena kebanyakan gula". Nasihat mama yang selalu kuingat, dari sejak balita aku memang tidak dididik makan makanan yang banyak mengandung gula. Aku memilih untuk menurut.

Lalu masuklah aku kedalam toko dan kembali terpaku di hadapan rak minuman yang amat menggoda untuk dibawa ke rumah.

Puasa ya kak? Jangan minum yang bersoda. Jangan minum yang manis-manis juga. Saya kalau buat teh manis untuk batalin juga gak banyak gulanya.

Aku menoleh. Sesosok petugas supermarket tersenyum padaku. Terus gw minum apaan dong kalau semua jangan, pikirku kala itu. 

Aku selalu minum air mineral kak kalau di rumah. Karena minum teh terus pun juga bosen. Karena dari hari ke hari malas masak air, aku pakai Pure It. Tau Pure It kan kak. Penyaring air yang bentuknya kayak balok itu lhoh. Praktis karena gak menguras tempat di dapur. Karena kalau masak air sampai mendidih juga belum tentu bebas kuman juga kan. 

Petugas itu menjelaskan panjang lebar tanpa diminta, seolah bisa membaca pikiranku. Aku termangu dan spontan mengangguk. Seketika pikiranku mengawang ke rumahku di pojokan sana. Sekilas terpikir itu petugas supermarket sungguhan atau marketing Unilever lagi nyamar :p

Namun aku mengamini perkataan petugas tadi. Sudah 2 tahun aku menggunakan teknologi Pure It untuk keperluan rumah tangga. Penggunaan teknologi yang dilahirkan oleh Unilever itu dapat menekan pengeluaran orangtua ku yang semula terbiasa bergantung pada air isi ulang untuk minum. Penyaring air pada Pure It dapat menjamin air yang akan kita minum terbebas dari kotoran serta tidak lagi khawatir karena air yang kuminum tidak mengandung bau dan warna yang mencurigakan. Meyakinkan untuk kesehatan anggota keluarga dan telah memenuhi kualitas air yang layak untuk diminum.

Tanpa bermaksud menjadi agen promosi, mari berpindah pada teknologi Pure It nya Unilever yang tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Supaya gak sakit perut habis buka puasa karena salah minum air :)

Dengan penuh rasa syukur, aku berdoa buka puasa kemudian merasakan segelas air putih yang amat segar turun mengaliri tenggorokanku.


Manis dan gurih harus seimbang.

Air Jernih adalah air yang layak untuk menjaga kesehatan. Made in Pure It (dokumen pribadi. No filter)



Kamis, 03 Juli 2014

Bahagia Dengan Melangkah

Jika boleh jujur, jangan bertanya padaku mengapa aku selalu berbinar kala melihat promo liburan. Mengapa aku suka sekali bersusah payah sedemikian rupa menyisihkan beberapa lembar rupiah uang jajanku ke dalam kaleng besi di pojok kamar hanya supaya aku bisa berjalan-jalan ke destinasi impianku. Karena sebenarnya aku tidak menyukai pertanyaan seperti itu. Oke. Jika kamu memaksa, jawabannya hanya sederet kalimat ini: aku ingin bahagia.

Aku suka sekali traveling. Jika kamu melongok daftar impianku, semuanya berwujud destinasi impian dalam hidup. Nyaris tidak ada material didalamnya. Aku suka memanggul ranselku untuk melongok ada apa di luar sana. Karena aku memiliki keyakinan apa yang dilukis oleh Tuhan jauh lebih indah dibandingkan yang kita saksikan di buku atau televisi.
Percayalah. Menjadi pejalan, apapun gayamu entah gembel ala backpacker, luxury dengan menggeret koper, atau label apa pun itu yang sedang marak sekarang ini, perjalanan yang kamu lakukan ke suatu tempat akan memberimu kumpulan cerita yang tidak habis dimakan oleh waktu.

Kamu tidak perlu ikut-ikutan orang lain, pergi ke luar negeri hanya supaya dibilang keren oleh teman sekantor. Jadilah diri sendiri, sosok yang murni ingin menuntaskan diri yang haus akan pengalaman, mencoba makanan baru yang jauh dari zona nyaman, berbincang dengan orang baru yang ditemui dalam perjalanan. Sesimpel itu. karena menjalin pertemanan dengan dunia maya itu melelahkan.


Hampir saja lupa. Jangan juga bertanya padaku nominal tempat yang sudah kukunjungi. Karena traveling itu bukanlah kompetisi. Perjalanan adalah sekumpulan langkah untuk menjauh sementara dari kotak aman. Jadi jika kamu ingin membuatku tersenyum bahagia, ajak saja aku jalan-jalan J


Bahagia akan menuntun pada langkah selanjutnya.